Q&A: Cuci Beras = Buang Vitamin?

22 Jun

Q:

Apakah betul kalau kita mencuci beras sampai air cuciannya tidak keruh (benar-benar bersih) bisa membuang kandungan vitamin di beras? (FA)

A:

Dulu, ketika beras masih murni, lebih banyak ditumbuk daripada di-slep, anjuran tsb benar. Sebab, jika dicuci sampai terlalu bersih (air cucian beras sampai bening) berarti sudah membuang terlalu banyak vitamin B-kompleks dan lemak sehat di permukaan butiran beras.

Nah sekarang, beras sudah banyak yang direkayasa. Hati-hati dengan beras putih wangi mengkilat. Artinya beras tsb rawan (alias dengan sengaja) disemprot pewangi sintetis dan ‘vernis’. Karena itu, saya menganjurkan sebaiknya kita secara bertahap mulai mengonsumsi beras organik. (WH)

Q&A: Gizi Sayuran yang Dimasak dengan Slow-Cooker

22 Jun

Q:

Selama ini saya memasak makanan untuk anak saya menggunakan slow cooker. Waktunya bisa kurang lebih 2 jam memakai high temperature bahkan bisa 4-5 jam kalo memakai low temperature. (1) Apakah benar memasak di slow cooker itu vitamin makanannya tidak hilang karena pada saat proses memasak tutup panci tidak terbuka, sehingga vitamin tidak ada yg menguap? (2) Jika hal tersebut salah, bagaimana cara memasak sayur yang benar menggunakan slow cooker? Selama ini saya tinggal cemplungin sayur dan dagingnya dalam sop lalu nyalakan slow cooker-nya. (BW)

A:

1. Enzim (antioksidan penting dalam sayuran) dan nutrisi antioksidan -seperti vitaminĀ  C- sudah mulai rusak pada suhu 40 derajad Celcius dan rusak sama sekali pada suhu 80 derajad Celcius (air rebus berbuih-buih menjelang bergolak mendidih). Serat, vitamin B kompleks, protein, mineral relatif bertahan pada suhu tinggi. Sebagian vitamin larut air spt vit B bisa terbawa dalam uap air, tetapi tidak banyak.

2. Periksa suhu slow cooker Anda. Silakan simpulkan berdasarkan jawaban nomor 1 di atas. (WH)

Minyak Mana yang Sehat?

22 Jun

Minyak zaitun itu sehat karena kandungan lemak sehat (kurang/tidak jenuh) tinggi, terutama omega-3. Selain karena secara alami kandungannya memang tinggi, proses pengambilan minyak dari biji-biji zaitun dengan cara pengempaan tanpa panas dapat mempertahankan minyak sehat tsb.

Makin sehat kualitas minyak goreng, makin mudah teroksidasi (rusak oleh udara/panas/dll). Maka dari itu, minyak zaitun yang baik dijual dalam kemasan gelap (kaleng atau botol warna hijau gelap), agar tidak gampang rusak. Karena
sifatnya ini, minyak zaitun paling bagus dikonsumsi mentah, misalnya sebagai minyak salad atau ditambahkan ke dalam hidangan (misalnya sup atau bubur bayi).

Minyak goreng lain seperti minyak kedelai dan minyak jagung bersifat kurang jenuh, artinya lebih sehat, ketika masih belum digunakan. Tetapi begitu dipanaskan (untuk menggoreng), sifat sehatnya rusak. Sulitnya, makin sehat kualitas minyak goreng, makin mudah rusak oleh panas. Sifat sehatnya itu jika dipanaskan justru berbalik menjadi kurang/tidak sehat, karena lebih mudah berubah menjadi lemak trans yang jahat. Jadi, klaim produsen minyak kedelai dan minyak jagung, bahwa minyaknya lebih sehat, memang betul jika minyak tsb … kita konsumsi *mentah*. Atau, betul juga klaim tsb, jika minyak goreng sehat ditambahi antioksidan sintetis yang menahan lemak sehatnya agar tidak banyak rusak ketika dipanaskan.

Nah, melihat sifat ini, semestinya minyak yang jenuh adalah minyak yang paling stabil alias relatif tidak gampang rusak ketika dipanaskan, terutama untuk menggoreng (deep frying). Yaitu minyak kelapa dan minyak kelapa sawit.

WH

Singkirkan Margarin dari Daftar Belanja Anda!

22 Jun

Saya menyarankan para orangtua tidak menuliskan margarin dalam daftar belanjaan. Margarin itu berlimpah lemak trans, seperti halnya minyak jelantah (minyak goreng bekas) sekental oli, yang meningkatkan kadar lemak jahat dan trigliserida.

Lebih baik campurkan minyak zaitun extra virgin ke dalam makanan bayi dalam mangkuk (tidak ikut dimasak). Beli minyak zaitun yang dikemas dalam botol langsing warna gelap, biasanya hijau gelap. Merek yang saya sarankan adalah
B*rtl*y (saya bukan corong produsennya lo!), di Jakarta ada di Ranch Market PI. Kalo mau yang lebih bagus, si kecil bisa diberi flaxseed yang dilumatkan.

Margarin (margarine) terbuat dari minyak goreng yang dipadatkan. Mentega (butter) terbuat dari lemak susu sapi. Yang satu mengandung lemak trans, satunya mengandung lemak jenuh; dua-duanya sama berpotensi menaikkan kadar lemak jahat (kolesterol/trigliserida) dan memicu penyempitan pembuluh darah.

Kalau mau tahu bahan makanan sehat “asli” dan yang “aspal”, silakan memperkaya pengetahuan dengan membaca a.l. buku terjemahan “The Miracle of Enzyme – Self Healing Program” yang ditulis Hiromi Shinya, M.D., terbitan Qanita/Mizan Bandung.

WH

Prinsip Menghidangkan Sarapan untuk Bayi & Balita

22 Jun

Yang terpenting dari semua ide hidangan sarapan buat bayi-balita adalah tidak obral gula. Makanan manis hanya menyumbangkan kalori dan meningkatkan kerja pankreas. Jika keseringan kita memberikan sarapan bergula, si kecil bisa ketagihan (karena manis gula bersifat adiktif), menurunkan imunitas, mengganggu nafsu makan (karena kadar gula darah naik).

Lebih baik makanan gurih dengan bahan utama sumber kalori (nasi, jagung, pasta tepung beras/tepung jagung, bihun – mi/roti/pasta tepung terigu sesekali saja) + sayuran + protein nabati (polong-polongan: kacang merah/kacang tolo/kacang hijau/lainnya). Jika mau tambahan protein hewani, boleh ditambahkan yang mudah cerna, seperti telur, ikan, atau keju alami (natural cheese) untuk si kecil yang sudah berusia 10 bulan.

WH

Q&A: Bahan Alami Penambah Nafsu Makan

22 Jun

Q:

Ada teman memberi resep parutan kencur diperas, dibubuhi madu sedikit, lalu dikukus untuk penambah nafsu makan anak. Bolehkah itu?

A:

Boleh. Jamu lainnya: Siapkan 5 cm kunyit, bakar hingga sebagian gosong, kupas. Haluskan, tambahkan 5 sdm air masak, air jeruk lemon/nipis atau larutan asam jawa, dan madu/gula merah (hingga terasa manis asem). Saring, berikan pada anak Anda. Kencur maupun kunyit mengandung zat stomakik (perangsang nafsu makan). (WH)

Makanan Sehat-Alami untuk Anak: Karir Sekali Seumur Hidup

22 Jun

Salam sehat,

Banyak klien wanita dan teman mengeluh dilematis. Mereka pengen bisa menyusui si kecil hingga 6 bulan full ASI, sesudahnya pengen tetep kasi ASI sampai 1 tahun. Tapi terbentur biaya hidup, kalau mereka ga kerja. Akibatnya, ASI buat si kecil menjadi terbatas. Plus, kepaksa direlai-relain kalo si orok dijejelin makanan yang bukan untuknya (biskuit, risoles, kerupuk, wafer cokelat, kue lapis, roti cokelat, dll) oleh orang rumah, meskipun sudah dilarang.

Sayangnya, banyak wanita terperangkap pada definisi kerja = ngantor di luar rumah atau bekerja pada perusahaan lain. Padahal, di jaman internet seperti sekarang dan jaman di mana sudah toambahhh boanyakk wanita cerdas dan kreatif, kenapa ya belum banyak wanita yang berani berkarier di dan dari rumah?

Kalau diibaratkan sekolah, karier itu bisa dikejar ulang. Kalo ga naik kelas, ya ngulang lagi. Tapi karier memberikan makanan sehat *alami* pada anak (dan mendidik anak) adalah karier sekali lewat dalam seumur hidup. Tidak pernah bisa dikejar ulang.

Karena itu, mungkin lewat milis ini bisa muncul inisiatif untuk memantapkan diri berkarier di dan dari rumah. (Saya sendiri memilih berkarier di rumah dan menjadi bapak rumahtangga -hehe ga modern banget ya buat laki-laki masa kini!- sejak tahun 2000, gara-gara terobsesi hasil riset yang bilang “anak-anak yang dekat secara fisik dan emosional dengan bapaknya, akan menjadi lebih mandiri dan lebih cepat mandiri dibanding anak-anak yang jauh secara fisik dan emosional dengan bapaknya. Setelah hampir 10 tahun, hasilnya ternyata benar. Termasuk mandiri dalam hal selera dan pilihan makanan berbeda dari teman, bahkan sepupunya, yakni makanan sehat dan *alami*. Wah kok jadi curhat neh. Udah ah.).

WH

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.