Tidak Perlu Fanatik Daging

21 Jun

[Orangtua tidak perlu] fanatik ke daging [dalam menyiapkan menu bagi putra-putri mereka]. Polong-polongan juga kaya protein kok, termasuk tempe. Yogurt juga merupakan sumber protein, kalsium, dan zat besi mudah cerna yang baik bagi anak-anak (pilih plain yoghurt – lalu dijus bersama buah manis).

Saya malah kurang menganjurkan ortu terlalu royal memberikan roti dan makanan lain terbuat dari tepung terigu. Terigu mengandung protein khusus bernama gluten yang sulit dicerna. Butuh waktu 3x proses metabolisme (3×24 jam) untuk bisa mengeluarkan gluten dalam sekali makan. Jika anak setiap hari makan roti dan makanan lain dari tepung terigu, kebayang betapa berat kerja organ cernanya. Kalau tidak tercerna, gluten akan menjadi zat racun (toksin) dalam tubuh, sehingga menurunkan imunitas, memudahkan terjadinya kegemukan, merangsang munculnya banyak lendir, dll.

Daripada roti, kenapa tidak coba lontong isi, misalnya. Supaya ga ribet bikinnya, haluskan nasi dan telur dengan blender. Siapkan isian berupa tempe/tahu/ikan cincang/daging ayam giling/daging sapi giling dan wortel+buncis cincang, bumbuin dengan garam dan sedikittt gula pasir. Supaya gurih dan sedap, campurkan juga bawang merah+bawang putih goreng garing yang dilumatkan. Bungkus seperti lontong, lalu kukus.

WH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: